Saat aku down menghadapi kenyataan bahwa cowok yang kusuka ga seperti yang aku harapkan beribu dering telpon hinggap di hp ku, tak lebih mereka adalah orang2 yang ku sebut sebagai teman. Mereka bilang, waktu akan mampu membuatku lupa siapa yang aku istilahkan dengan gebetan. Tapi nasehat mereka kurasakan hanya seperti angin panas yang menampar -nampar pikiran dan hatiku, tak berguna dan sia-sia. Toh aku tetap jatuh, sakit, luka dan sulit untuk menata kembali asaku yang sudah hancur. Si gebetan adalah orang yang kuharapkan mampu menjadi tiang untukku bersandar di tengah-tengah sulitnya batin ini memperoleh rasa bahagia karena kepenatan hidup yang selalu menggapaiku. Tapi ternyata tidak demikian, justru ialah penghancur asaku yang paling sempurna dan membuatku jera untuk merasakan cinta dalam waktu yang tak ditentukan. Lama aku hinggap dalam perenungan yang menyita waktu, pikiran, tenaga dan gairah hidupku. Sampai kudapat secercah cahaya hadir kedalam relung jiwaku... Ternyata Tuhan tahu sebatas mana aku mampu bertahan untuk bersanding bersamanya sebagai teman hanya sebagai teman. Karena ternyata aku tak mampu lebih dari itu. Dia terlalu angkuh untuk menyatu denganku. Jurang perbedaan kami terlampau dalam untuk ku jelajah. Sayang semua pencerahan itu hanya berlangsung sekejap dan aku kembali hanyut dalam aliran luka yang kian parah.. luka yang berbalut keputus asaan.
Lagi-lagi Temanku bilang tak ada guna air mata yang ku teteskan untuknya, hanya akan membuatku semakin terpuruk dan luka............. Dan temanku juga bilang semua akan baik-baik saja,keadaan akan kembali seperti semula.
Aku tak percaya... karena sulit bagiku untuk dapatkan semua hal itu.
1 bulan berlalu lukaku tetap menganga lebar dan terasa perih Tapi Allah SWT memberiku Uluran CintaNya, aku mw bangkit dan kembali ada untuk dunia. Lelaki yang kusebut gebetan akan ku pupuskan secara perlahan dari hidupku. Meski amat sangat tak mudah bagiku melakukannya, karena semakin kulupakan bayangnya semakin hadir dalam hidupku.Tapi Kan kucoba buatkan nisan terindah dalam hatiku sebagai perlambang ia pernah ada untukku sekalipun hanya lara yang ia goreskan di lembar cintaku. Kuharap kau segera menghilang meski aku selalu ingin kau tetap ada disisiku, untukku.
Yakinlah pada Waktu,usaha dan Tuhan yang akan membuatmu kembali Tegar kembali ketika kau rapuh. Meski kau harus rela berkorban untuk itu.....
Belajarlah dari setiap apa yang kamu alami,, karena pendewasaan hidupmu sedang berlangsung.
Kamis, 25 September 2008
Langganan:
Komentar (Atom)